Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pengawas Madrasah Ingatkan: KBC Bukan Sekadar Modul Ajar, Tapi Roh Transformasi Pendidikan

2
×

Pengawas Madrasah Ingatkan: KBC Bukan Sekadar Modul Ajar, Tapi Roh Transformasi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Infobuzzpress.online, Pinrang – Pengawas Madrasah Tingkat MA, Kemenag Pinrang, Andi Fatimah Kadir, S.Ag., M.Pd., mengingatkan agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak direduksi hanya pada aspek teknis pembelajaran. KBC harus dipahami sebagai roh transformasi pendidikan yang menyentuh seluruh ekosistem madrasah secara holistik.

Andi Fatimah Kadir menegaskan banyak pihak di lapangan masih salah kaprah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. “Banyak yang fokus hanya pada bagaimana menginsersi atau mengintegrasikan KBC dalam modul ajar, padahal itu hanya bagian kecilnya,” ujarnya.

Example 300x600

Menurutnya, KBC tidak boleh dipersempit menjadi sekadar urusan teknis seperti RPP, modul ajar, atau metode mengajar semata. “KBC adalah roh transformasi pendidikan, bukan sekadar checklist administrasi,” imbuhnya.

Pengawas Madrasah ini menjelaskan bahwa KBC harus bergerak secara holistik pada lima aspek utama ekosistem pendidikan:

  1. Kepemimpinan yang welas asih: Kepala madrasah, guru senior, hingga pengawas harus menjadi teladan cinta, menghadirkan empati dan keadilan dalam setiap keputusan.

  2. Budaya/Iklim Madrasah inklusif: Madrasah harus menjadi rumah bersama yang aman bagi semua murid tanpa diskriminasi.

  3. Pembelajaran yang mendalam: Proses belajar menanamkan nilai, karakter, dan daya cipta, bukan sekadar mengejar nilai akademis.

  4. Manajemen kelas yang humanis: Disiplin positif ditegakkan tanpa kekerasan. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus sahabat belajar.

  5. Peran serta orangtua dan masyarakat: Pendidikan harus melibatkan orangtua dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan anak.

Andi Fatimah Kadir menegaskan, apabila lima aspek ini tidak berjalan selaras, KBC akan kehilangan ruhnya. “Kalau hanya berhenti di ranah pembelajaran, KBC akan dangkal dan administratif,” katanya.

Ia berharap madrasah-madrasah di Pinrang dan daerah lainnya segera menjadikan KBC sebagai arus utama transformasi pendidikan agar tidak hanya melahirkan lulusan cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter welas asih dan berdaya saing global. (***)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *