Infobuzzpress.online, Makassar – Rakerwil dan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah KKMA se-Sulawesi Selatan hari kedua menghadirkan Edward Ranggong, Google for Education Specialist, Sabtu (13/9/2025) di Hotel Aerotel Smile Makassar. Diskusi hangat muncul saat membahas pemanfaatan AI Gemini dan teknologi IT dalam memperkuat basis keilmuan siswa madrasah.
Hari kedua Rakerwil dan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah Aliyah se-Sulawesi Selatan diwarnai sesi bersama Edward Ranggong, Google for Education Specialist untuk wilayah Sulsel, Sulbar, dan Sultra. Ia memberikan materi terkait inovasi pemanfaatan teknologi pendidikan, termasuk Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.
Dalam sesi diskusi, Edward memberikan apresiasi kepada Wakamad Humas MAN Pinrang, Subair, S.Pd., M.Pd., atas pertanyaan kritis mengenai pemanfaatan IT di madrasah. Subair menekankan bahwa penggunaan AI harus benar-benar mendukung penguatan basis keilmuan peserta didik, bukan sekadar kebutuhan sehari-hari.
“Intinya, bagaimana pemanfaatan IT itu bisa memperkuat basis keilmuan peserta didik, bukan hanya untuk informasi sehari-hari,” tegas Subair.
Edward menjelaskan berbagai produk Google yang bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Salah satunya AI Gemini yang dapat membantu siswa mencari sumber data, serta NotebookLM sebagai aplikasi pembelajaran berbasis AI untuk eksplorasi pengetahuan yang lebih mendalam.
Namun, Subair menyoroti pentingnya validitas informasi dari AI agar tidak menimbulkan bias, terutama dalam isu-isu keagamaan yang bersifat khilafiah, seperti hukum foto atau jihad. Menurutnya, jika AI tidak menyajikan data dari sumber yang beragam dan netral, hal itu dapat berbahaya bagi pemahaman moderasi beragama siswa.
Diskusi ini membuka wawasan para kepala madrasah tentang pentingnya mengawasi penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Teknologi dinilai bermanfaat, tetapi harus diarahkan agar tidak menimbulkan salah kaprah dalam memahami ajaran agama.
Kegiatan Rakelwil KKMA se-Sulsel ini menegaskan bahwa pemanfaatan IT dan AI di madrasah harus diarahkan pada penguatan keilmuan dan moderasi beragama. Ke depan, kolaborasi antara madrasah dan penyedia teknologi pendidikan diharapkan mampu melahirkan ekosistem digital yang mendukung pembelajaran lebih berkualitas dan seimbang. (FHR)















